Sewaktu aku kecil, banyak sekali cita-cita yang terlintas di kepalaku.
Gadis kecil itu alias aku selalu berangan-angan tertuju untuk menjadi
banyak sekali yang pastinya sesuatu itu adalah hal-hal besar dan yang
baik. Saat sudah beranjak dewasa, akupun sudah mulai lupa dengan
bintang-bintang yang sudah ku gantungkan di langit, banyak sekali
bintang-bintang di langit yang sudah ku gantungkan lupa ku ptetik dan ku
raih saat ku sudah dewasa. Aku merasa belum terlambat untuk meraih
bintangku kembali. Aku merasa belum terlambat untuk meraih
bintang-bintang itu satu persatu.
Satu per satu bintang-bintang yang
menghiasi langit di malam hari sudah bisa kukumpulkan kembali. Satu per
satu meski belum semuanya bisa kukumpulkan bintang-bintang itu,
mimpi-mimpku, harapan-harapnku, cita-citaku, dan angan-anganku. Sedih
sekali ada juga senang, campur aduk rasanya, sampai meneteskan air
mata. Ku bersyukur alhamdulillah, walaupun sekarang masih
bintang-bintang yang kecil dan dan yang belum terlalu tinggi yang dapat
ku raih, masih banyak bintang yang besar dan tinggi sekali yang masih
harus ku raih. Terbesit pertanyaaan, sakit, lelah, menyerah untuk
menggapai bintang yang tinggi itu sudah berkali-kali aku gapai namun ke
terjatuh dan terjatuh lagi, tetapi aku sekarang sudah bisa mengetahui
ritme nada dari sakit, lelah yang ku rasakan saat ku jatuh dan gagal,
aku menjadi lebih tau dan mempersiapkan diri lebih baik lagi untuk
mengulanginya terus-menerus tanpa lelah dan meraih bintang itu. Ternyata
memang sebelum2nya fondasiku, basicku, keterampilanku, keahlianku
belumlah kuat dan memang sudah seharusnya diperkuat dan di tempa dengan
kegagalan-kegagalan yang pahit terlebih dahulu. Ibarat baja semakin di
tempa akan semakin kuat. Seperti cuplikan lirik lagu BONDAN PRAKOSO
“Hidup berawal dari mimpi ”
No comments:
Post a Comment