Saturday, July 14, 2012

Sewaktu aku kecil, banyak sekali cita-cita yang terlintas di kepalaku. Gadis kecil itu alias aku selalu berangan-angan tertuju untuk menjadi banyak sekali yang pastinya sesuatu itu adalah hal-hal besar dan yang baik. Saat sudah beranjak dewasa, akupun sudah mulai lupa dengan bintang-bintang yang sudah ku gantungkan di langit, banyak sekali bintang-bintang di langit yang sudah ku gantungkan lupa ku ptetik dan ku raih saat ku sudah dewasa. Aku merasa belum terlambat untuk meraih bintangku kembali. Aku merasa belum terlambat untuk meraih bintang-bintang itu satu persatu.
Satu per satu bintang-bintang yang menghiasi langit di malam hari sudah bisa kukumpulkan kembali. Satu per satu meski belum semuanya bisa kukumpulkan bintang-bintang itu, mimpi-mimpku, harapan-harapnku, cita-citaku, dan angan-anganku. Sedih sekali ada juga senang, campur aduk rasanya, sampai meneteskan air mata. Ku bersyukur alhamdulillah, walaupun sekarang masih bintang-bintang yang kecil dan dan yang belum terlalu tinggi yang dapat ku raih, masih banyak bintang yang besar dan tinggi sekali yang masih harus ku raih. Terbesit pertanyaaan, sakit, lelah, menyerah untuk menggapai bintang yang tinggi itu sudah berkali-kali aku gapai namun ke terjatuh dan terjatuh lagi, tetapi aku sekarang sudah bisa mengetahui ritme nada dari sakit, lelah yang ku rasakan saat ku jatuh dan gagal, aku menjadi lebih tau dan mempersiapkan diri lebih baik lagi untuk mengulanginya terus-menerus tanpa lelah dan meraih bintang itu. Ternyata memang sebelum2nya fondasiku, basicku, keterampilanku, keahlianku belumlah kuat dan memang sudah seharusnya diperkuat dan di tempa dengan kegagalan-kegagalan yang pahit terlebih dahulu. Ibarat baja semakin di tempa akan semakin kuat. Seperti cuplikan lirik lagu BONDAN PRAKOSO “Hidup berawal dari mimpi ”

No comments:

Post a Comment