Saturday, July 14, 2012

“Gantunglah Cita-Citamu Setinggi Langit” (?)

“Gantunglah Cita-Citamu Setinggi Langit” (?)

Pernahkah kamu mendengar atau melihat kata-kata “Gantunglah cita-citamu setinggi langit?
Terdengar orang tua dulu berkata, “Gantunglah cita-citamu setinggi langit”. Apakah itu kata-kata atau amanat orang tua, ataukah sebuah pepatah, ataukah sebuah peribahasa. Aku tidak tahu pastinya seperti apa. Tetapi itulah yang menjadi pemikiran sampai sekarang.
Jika kita menggantung sebuah benda dengan setinggi-tingginya, apalagi setinggi langit, maka benda tersebut tidak akan bisa diraih. Dengan demikian benda tersebut tidak akan kita dapatkan untuk kita miliki.
Sekarang kita bandingkan dengan cita-cita tadi. Sama kah? Ya, ternyata dapat dikatakan sama. Kita ternyata tidak bisa menggapai cita-cita kita, atau mewujudkan cita-cita kita. Sebabnya adalah karena kita telah menggantungkan cita-cita kita setinggi langit. Inilah yang membuat kita susah atau bahkan tidak bisa merealisasikan cita-cita yang telah kita canangkan waktu kecil.
Langit begitu tinggi, hingga lapis ke tujuh. Dapatkah kita menggapai sesuatu yang telah kita gantung di langit? Sebelum menjawab itu, dapatkah kita menggantung sesuatu di langit? Bagaimana kita menggapai yang telah digantung di langit, sementara menggantungnya saja tidak mungkin?
Disinilah yang harus kita koreksi. Alangkah baiknya apabila peribahasa, atau pepatah, atau apapun namanya, kita tulis menjadi “Gantunglah cita-citamu semampu yang kau bisa, dan gapailah selama kau mampu melakukannya”.

No comments:

Post a Comment