“Gantunglah Cita-Citamu Setinggi Langit” (?)
Pernahkah kamu mendengar atau melihat kata-kata “Gantunglah cita-citamu setinggi langit” ?
Terdengar orang tua
dulu berkata, “Gantunglah cita-citamu setinggi langit”. Apakah itu
kata-kata atau amanat orang tua, ataukah sebuah pepatah, ataukah sebuah
peribahasa. Aku tidak tahu pastinya seperti apa. Tetapi itulah yang
menjadi pemikiran sampai sekarang.
Jika kita menggantung sebuah benda dengan setinggi-tingginya, apalagi setinggi langit, maka benda tersebut tidak akan bisa diraih. Dengan demikian benda tersebut tidak akan kita dapatkan untuk kita miliki.
Sekarang kita
bandingkan dengan cita-cita tadi. Sama kah? Ya, ternyata dapat dikatakan
sama. Kita ternyata tidak bisa menggapai cita-cita kita, atau
mewujudkan cita-cita kita. Sebabnya adalah karena kita telah
menggantungkan cita-cita kita setinggi langit. Inilah yang membuat kita
susah atau bahkan tidak bisa merealisasikan cita-cita yang telah kita
canangkan waktu kecil.
Langit begitu tinggi,
hingga lapis ke tujuh. Dapatkah kita menggapai sesuatu yang telah kita
gantung di langit? Sebelum menjawab itu, dapatkah kita menggantung
sesuatu di langit? Bagaimana kita menggapai yang telah digantung di
langit, sementara menggantungnya saja tidak mungkin?
Disinilah yang harus kita koreksi. Alangkah baiknya apabila peribahasa, atau pepatah, atau apapun namanya, kita tulis menjadi “Gantunglah cita-citamu semampu yang kau bisa, dan gapailah selama kau mampu melakukannya”.
No comments:
Post a Comment